Salah satu hal yang saya suka dari hujan adalah kemampuannya untuk meningkatkan produktivitas menjadi 200%. Tapi tentu tidak di semua bidang—karena kebanyakan saat hujan lebih enakan tidur daripada beraktivitas.

Dulu, saat masih semangat-semangatnya menulis cerpen, di satu momen hujan saya bisa menyelesaikan satu judul lho. Sudah lama sih, sekitar 4-5 tahun lalu. Saat itu saya juga belum punya laptop, jadi nulisnya di atas HVS ukuran A4 dengan pena. Sudah pasti banyak coret-coretannya. Tapi sensasi nulis di kertas itu memang tidak ada duanya. Sebab kalau pakai laptop mah namanya bukan nulis, tapi NGETIK.

Omong-omong soal produktivitas, setiap orang tentu mempunyai momen terbaik saat dia bisa bekerja 2 kali lipat lebih baik daripada biasanya. Entah itu tercipta secara natural tapi malah artifisial. Hujan memang bisa meningkatkan produktifitas tapi tentu tidak semua bidang.

Tapi paling tidak, hujan bisa menstimulus potensi-potensi melankolis dari hati seorang insan sehingga menjadi momen paling berharga bagi para penyair, pengarang penulis pada umumnya. Hujan memupuk rindu hingga menumpuk jauh lebih cepat seperti cepatnya jejarum air yang menghujam bumi. Hujan juga mengakselerasi kenangan-kenangan untuk berkelabat secara cepat dalam benak para pemiliknya.

Tapi, sayang, bagi sebagian besar orang lainnya, hujan menjadi momen yang justru menurunkan produktivitas hingga 200% atau jauh di bawahnya.

Jadi gimana sih solusinya?

Biar Tetap Produktif Saat Hujan

Hujan tengah turun tapi kamu punya pekerjaan untuk dilakukan, memulai pekerjaan di saat seperti itu adalah hal yang sulit, bukan? Oleh karena itu kamu perlu booster agar kamu dapat tetap produktif selama hujan turun. Berikut kiat-kiat yang bisa kamu lakukan.

Temani pekerjaanmu dengan cemilan dan/atau minuman hangat

Yang bikin malas pada saat hujan itu adalah cuacanya yang dingin. Dinginnya cuaca mengomporimu untuk beranjak ke tempat tidur dan bersembunyi di balik selimut yang hangat. Tapi stop, jangan turuti godaan itu. Di atas meja dan di dalam laptop tugas masih menunggu untuk dijamah. Ambil lah beberapa cemilan dan/atau minuman panas dan mulailah bekerja. Hangatkan badanmu agar rasa kantuk menghilang.

Nyalakan musik biar tidak sepi

Irama hujan itu adalah musik relaksasi natural yang manjur pakai banget. Belum lagi kalau kawanan kodok dan serangga ikut menyumbangkan simfoni mereka. Ditambah jika hujan itu turun malam dan cukup deras pula. Suasana sepi itu benar-benar membuat dirimu menjadi sangat malas. Solusinya ya pecahkan sepi suasana dengan menyetel musik favorit. Tapi jangan sampai salah pilih musik, putarlah yang nge-beat, jangan yang melow karena itu bahaya.

Di bantu sama minyak angin

Ini kerjaan saya sih, kalau dingin dan ngantuk suka ngolesin minyak angin di pinggir jidat. Selain panas juga bikin mata perih, haha. Jangan ditiru. Tapi cara ini cukup mampu untuk membuatmu terjaga dari kantuk atau malas.

Jangan lupa kenakan jaket dan perlindungan lainnya

Demi menjaga kesehatan tubuhmu saat musim hujan berlangsung, kenakanlah jaket, sweater atau sejenisnya. Mengenakan pakaian luar tersebut akan membantu menjaga suhu tubuhmu dan menjagamu dari sakit. Sebab, kalau sakit produktivitasmu akan menurun dan dapat mengganggu aktivitasmu.

Memang sih kalau musim hujan suka bikin mager (malas gerak). Maunya diem aja di rumah/kos. Tapi sampai kapan coba mau pasif seperti itu. Sampai musim hujan habis? Kan gak mungkin. Mau tidak mau kita memang harus memaksa diri kita untuk bisa tetap aktif meskipun hujan kerap turun. Di samping itu, saat hujan turun sempatkan juga untuk berdoa. Konon, waktu hujan turun adalah salah satu waktu terbaik dan mustajab untuk berdoa.

… dan musim hujan masih berlanjut juga, tetaplah aktif agar waktumu tak habis dengan percuma.

Kategori: Ragam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *